cinta masihkah kau menjadi embun?
yg tiap tetesannya menghapus dahaga jiwaku.
tiap bulirnya mengalir pelan merembes ke ari-ari hatiku...
kau tetap embunku..
ya sementara aku menunggumu dibatas jingga...
kita tak akan pernah bersama...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar